Memahami Fungsi Logika IF Bertingkat Tanpa Pusing
Panduan runtut membaca alur berpikir formula IF tunggal hingga IF bertingkat (nested IF) untuk mengambil keputusan otomatis di lembar kerja.
Alur Berpikir Rumus IF
Fungsi IF pada dasarnya adalah cara kita memberikan instruksi bersyarat kepada Excel: "Jika kondisi X benar, lakukan A. Namun jika kondisi X salah, lakukan B."
Sintaks Dasar IF Tunggal
Bentuk penulisan standar formula IF adalah sebagai berikut:
=IF(tes_logika, nilai_jika_benar, nilai_jika_salah)
Mari kita lihat contoh penentuan status kelulusan siswa dengan batas nilai minimal 75:
=IF(B2 >= 75, "Lulus", "Remedial")
Masuk ke IF Bertingkat (Nested IF)
Bagaimana jika opsinya lebih dari dua? Misalnya pengelompokan predikat nilai huruf: A (>=85), B (>=70), dan C (<70). Di sinilah kita menempatkan fungsi IF baru di dalam bagian nilai_jika_salah.
=IF(B2 >= 85, "A", IF(B2 >= 70, "B", "C"))
IF, sehingga diakhiri dengan dua kurung tutup )).
Alternatif Modern: Fungsi IFS
Jika Anda menggunakan Microsoft Excel versi terbaru atau Office 365, Anda dapat memanfaatkan fungsi =IFS() yang lebih bersih tanpa perlu menumpuk kurung bertingkat:
=IFS(B2 >= 85, "A", B2 >= 70, "B", TRUE, "C")
Kondisi terakhir TRUE, "C" berfungsi sebagai nilai default apabila semua syarat sebelumnya tidak terpenuhi.